Bahasa Arab, Bahasa Inggris, Islam, Modifikasi, Provinsi di Indonesia, Ajaib dan Unik, Tips dan Cara, Jalan Tol, Printer, Pengetahuan Umum

Saturday, 26 March 2016

Macam macam isim dalam bahasa arab

Macam macam isim dalam bahasa arab. Dalam bahasa arab dikenal tiga macam kata, yaitu : isim (kata benda), fiil (kata kerja) dan huruf. Kali ini kita akan lebih mendalami lagi tentang macam kata yang pertama yaitu isim atau kata benda.
Macam macam isim dalam bahasa arab

Macam-macam Isim Ditinjau dari Segi Jumlah

Ditinjau dari segi jumlah tunjukannya isim bisa dibagi menjadi 3 macam, ada yang disebut mufrad, mutsanna dan ada yang disebut jamak, dalam bahasa kita mufrad artinya isim yang tunjukannya satu benda, mutsanna artinya isim yang tunjukannya 2 benda dan jamak artinya isim yang tunjukannya 3 benda atau lebih.

Contohnya:

بيت -بيتان -بيوت

Kata “bait” merupakan isim mufrad, kata “baitani” merupakan bentuk mutsanna-nya dan kata “buyutun” merupakan bentuk jamaknya. 

مسلم -مسلمان -مسلمون

Kata “muslim” merupakan bentuk mufrad (tunggal) kata “muslimaani” merupakan bentuk mutsanna-nya (menunjukkan arti dua) dan kata “muslimuuna” merupakan bentuk jamaknya (pluralnya).

مسلمة -مسلمتان -مسلمات

Kata “muslimatun” merupakan bentuk mufrad atau tunggal, sedangkan kata muslimataani merupakan bentuk mutsannanya dan kata “muslimaatun” merupakan bentuk jamaknya.

NB:

-Untuk diperhatikan bahwa jamak dalam bahasa arab dibagi menjadi beberapa macam, ada yang disebut dengan jamak taksiir seperti kata “baitun” di atas yang jamak taksiirnya adalah kata “buyuutun”. Ada lagi jenis dan macam jamak yang lain yaitu jamak mudzakkar salim, seperti kata “muslimuun” di atas yang merupakan bentuk jamak dari kata “muslimun” dan terakhir adalah bentuk jamak yang disebut dengan jamak mu’annats salim yang dibentuk dengan menambahkan “alif dan taa’” pada akhir isim yang diakhiri ta’ marbuthaha, lihat contohnya di atas pada kata “muslimaatun” yang merupakan bentuk jamak dari kata “muslimatun”.

-Untuk diperhatikan juga bahwa cara membuat isim mutsanna adalah hanya dengan menambahkan “huruf alif dan nun” pada akhir isim mutsanna, sebagaimana dalam contoh di atas, kata (بيت) menjadi (بيتان) kata (كتاب) menjadi (كتابان) dan seterusnya.

Macam-macam Isim Dilihat dari Segi Tunjukannya

Dari segi tunjukannya isim bisa dibagi menjadi 2 macam, ada isim yang tunjukannya sudah tentu disebut dengan isim nakirah dan ada isism yang tunjukannya belum tentu yang disebut dengan isim nakirah. Isim makrifah yang tunjukannya sudah tentu itu di tandai dengan adanya alif laam yang berada di awal isim itu, contohnya:

الصائم

المكتبة

المسجد

الغرفة

الوسادة

الكوب

الممرضة

المكالمة

Isim makrifah ini dibaca dengan tanpa tanwin di akhirnya, kata (الصائم) misalnya dibaca “as-shoimu” tidak dibaca “as-shoimun” dikarenakan sudah menjadi isim makrifat dan dimasuki alif lam tadi.

Sedangkan isim nakirah yang tunjukannya belum tentu ditandai dengan sunyinya isim itu dari alif lam, sebagai contoh:

سفن

سرير

عالم

ساعة

ملك

مفلح

مصلح

مدرسة

ممرضة

Semua isim atau kata benda di atas adalah isim nakirah yang ditandai dengan tidak adanya alif lam dan untuk diketahui juga bahwa isim nakirah ini dibaca tanwin, seperti kata (ساعة) dibaca sa’atun, tidak dibaca sa’atu karena ia masih berupa isim nakirah yang tidak mempunyai alif lam.

NB:

-Untuk diperhatikan dalam bahasa Inggris (mungkin) fungsi dari alif lam yang bisa merubah isim nakirah menjadi makrifah adalah sebagaimana fungsi “The” yang merubah tunjukan sebuah noun (kata benda) menjadi jelas dan tentu tunjukannya.

Macam-macam Isim Ditinjau dari Segi Gender (Jenis Kelamin)

Jika ditinjau dari tunjukan jenis kelaminnya, isim (kata benda) dalam bahasa arab dibagi menjadi 2 macam juga, ada yang disebut dengan isim mudzakkar (jenis laki-laki) dan ada pula yang disebut dengan mu’annats (jenis perempuan). 

Contoh-contoh isim mudzakkar:

مسلم

مؤمن

محمد

حلم

حكيم

قارئ

كافل

مادح

حاسم

تعلم

Contoh isim mu’annats:

Isim mu’annats ini di bagi juga menjadi 2 macam, ada yang mu’annats qiyasi yaitu isim mu’annats yang bisa diketahui ia mu’annats dengan adanya ta’ marbutah yang berada di akhir isim itu, contohnya:

مسلمة

مؤمنة

سالمة

كبيرة

صغيرة

مهند سة

مسفرة

مكلمة

سليمة

صحيحة

Semua isim di atas disebut dengan isim mu’annats qiyasi artinya bisa dikiaskan dengan isim selainnya yaitu bahwa jika ingin dibuat menjadi isim mu’annats cukup dengan menambahkan ta’ marbutah di akhir isim tersebut.

Jenis yang kedua adalah isim mu’annats sama’I yaitu mu’annats yang tidak bisa diidentifikasi dengan adanya ta’ marbutah, namun ia diketahui mu’annats dengan dalil ucapan orang arab yang menganggapnya mu’annats, contohnya adalah isim-isim di bawah ini:

شمس

الأرض

يد

عين

Macam-macam Isim Ditinjau dari Segi Mabni Atau Tidaknya

Dari segi mabni atau tidaknya, isim dibagi menjadi 2 bagian, ada isim yang mu’rab yaitu isim yang harakat akhirnya bisa berubah tergantung dari amil yang memasuki atau mendahuluinya. Misalnya kata البيت termasuk isim yang mu’rab karena jika dimasuki oleh huruf jar misalnya ia akan berubah menjadi majrur (dibaca kasrah) menjadi (في البيت) dibaca fil baiti. Jika ia menjadi maf’ul bihi (objek) maka ia menjadi mansub (dibaca fathah), misalnya : رأيت البيت Dibaca al-baita karena ia adalah maf’ul bih. Lihat contoh-contoh di bawah ini agar lebih jelas:

Kita ambil contoh kata : قلم

قلمُ محمدٍ مكسورٌ

Kata “qolam” pada kalimat ini adalah marfu’ (dibaca) dhommah / madmum karena ia adalah mubtada’.

اشتريتُ قلماً

Kata “qolam” pada kalimat di atas adalah manshub (diibaca fathah) karena ia sekarang ini adalah sebagai maf’ul bihi yang I’rabnya adalah nashab.

كتبتُ الدرسَ بالقلمِ

Kata “qolam” pada kalimat di atas adalah majrur (dibaca kasrah) karena dimasuki oleh huruf jar yaitu “baa’).

Kesimpulan : Jadi isim mu’rab dalam bahasa arab adalah isim yang harakat huruf terakhirnya berubah sesuai dengan posisi dan amil atau kata yang mendahuluinya.

Adapun isism mabni adalah kebalikan dari isim mu’rab tadi yaitu isim yang harakat huruf terakhirnya tidak akan berubah, apapun jenis kalimat atau amil yang mendahuluinya, si antara macam-macam isism mabni adalah dhomir, dhomir termasuk isim mabni karena harakatnya tidak bisa dirubah apapun kata atau kalimat yang mendahuluinya. Contohnya dalam kalimat:

رأيتهم في البيت

هم يذهمبون إلى الجامعة

سلمت عليهم

هو يقرأ القرآن

ضربته

سلمت عليه

أخذتها

هي تقرأ القصة

وضعت القلم عليها

Coba anda perhatikan dhomir-dhomir yang ada pada kalimat-kalimat di atas, pada kalimat pertama ada dhomir yaitu “haa”- ها- , pada kalimat itu, ia adalah maf’ul bihi, namun walaupun demikian ia tetap berbaris atau berharakat sukun / tidak manshub atau berharakat fathah karena ia adalah dhomir yang mabni. Lihat lagi kalimat yang kedua di situ ada isim dhomir yaitu “hum”, di situ ia adalah mubtada’ yang sebenarnya marfu’, namun ia tetap sukun karena ia adalah isism yang mabni. Sekarang perhatikan lagi kalimat yang ketiga, di situ juga ada dhomir yaitu “hum” yang didahului oleh huruf jar yaitu “alaa”, jika sebuah isim didahului oleh huruf jar ala maka ia harus majrur dan berbaris kasrah, namun di sini hum tetap berbaris sukun karena ia termasuk isim mabni.


Di antara macam-macam isim mabni lainnya adalah isism isyarah yang digunakan untuk menunjuk benda tertentu baik benda itu jauh atau dekat. Dan di antara isism mabni lainnya juga adalah isim maushul sebagaimana yang kita jelaskan pada artikel-artikel sebelumnya.

Demikianlah pembahasan tentang macam macam isim dalam bahasa arab. Semoga bermanfaat dan terima kasih.

Macam macam isim dalam bahasa arab Rating: 4.5 Diposkan Oleh: aena rizku

0 komentar:

Post a Comment