Bahasa Arab, Bahasa Inggris, Islam, Modifikasi, Provinsi di Indonesia, Ajaib dan Unik, Tips dan Cara, Jalan Tol, Printer, Pengetahuan Umum

Thursday, 3 March 2016

NI'MA DAN BI'SA, Isim (Kata Benda) Atau Fiil (Kata Kerja)?

Para ulama nahwu berbeda pendapat tentang ni’ma dan bi’sa, apakah keduanya adalah fiil (kata kerja) atau keduanya adalah isim (kata benda)? Berikut ulasan lengkapnya sebagaimana di kutip dari kitab “Asrar al-Arabiyyah” karya ulama nahwu kenamaan Abul Barakat al-Anbari:
NI'MA DAN BI'SA, Isim (Kata Benda) Atau Fiil (Kata Kerja)?

Perbedaan ulama nahwu Basrah dan Kufah mengenai apakah ni’ma dan bi’sa fiil atau isim sudah berlangsung lama. Ulama nahwu Basrah (Basriyyun) mengatakan bahwa bi’sa dan ni’ma adalah dua buah fiil madhi (kata kerja bentuk lampau dan keduanya adalah tidak mutasrrif (tidak ada fiil mudhari’ dan amarnya/tidak ada bentuk kata kerja akan datang dan sekarang maupun kata kerja perintahnya-hanya berupa fiil madhi saja-), mereka berdalil akan benarnya pendapat ini dari tiga sisi/segi:

Pertma: bahwasanya dhamir atau kata ganti biasa bersambung dengan kedua fiil ini (ni’ma dan bi’sa) seperti contoh berikut dalam kalimat:

نعما رجلين

نعموا رجالا

Sebagaimana dikatakan : 

قاما

قاموا

Kedua: ta’ ta’nits bi’sa bersambung dengan dua fiil ini (ni’ma dan bi’sa) dan sudah dimaklumi bahwasanya ta’ ta’nits hanya bersambung dengan fiil saja, jika memang bi’sa dan nikma bukan fiil (jika dia isim misalnya) maka ia tak akan bersambung dengan ta’ ta’nits, sebagaimana dalam contoh:

بئست المرأة

نعمت الجارية

Ketiga: Fiil (kata kerja) ni’ma dan bi’sa dianggap mabni dengan fathah seperti fiil madhi pada umumnya, jika seandainya dua kata ini (nikma dan bi’sa) adalah isim, niscaya keduanya tidak akan mabni dengan fathah tanpa ada illat tertentu.

Adapun ulama nahwu (tata bahasa arab) dari kalangan orang Kufah (Kufiyyun) berpendapat bahwa bi’sa dan ni’ma adalah dua buah isim (kata benda), mereka berargumen untuk menguatkan pendapat mereka ini dengan stidaknya 2 buah argument atau dalil.

Pertama: huruf jar kadang masuk ke kedua kata ini (bi’sa dan ni’ma), sedangkan huruf jar hanya masuk ke isim bukan ke fiil, sebagaimana ucapan penyair arab:

ﺃﻟﺴﺖُ ﺑﻨﻌﻢ اﻟﺠﺎﺭِ ﻳُﺆﻟَﻒُ ﺑﻴﺘَﻪُ####### ﺃﺧﺎ ﻗِﻠَّﺔٍ ﺃﻭ ﻣُﻌﺪِﻡ اﻟﻤﺎﻝ ﻣُﺼْﺮِﻣَﺎ

Lihat salah satu potongan bait syair di atas ternyata ni’ma di dahului oleh huruf jar yaitu al-baa’. Sedangkan salah satu kekhususan isim adalah ia di masuki atau bisa dimasuki oleh huruf jar.

Kedua: orang arab biasa mengatakan:

يا نعم المولى | يا نعم النصير.

Ini menunjukkan bahwa “ni’ma dan bi’sa” adalah dua buah isim (kata benda), karena pada ucapan di atas ada huruf nida’ (untuk memanggil) sedangkan tidak ada yang di panggil kecuali isim dalam hal ini munada’(yang dipanggil pada kalimat di atas adalah “ni’ma”) berarti ia adalah isim begitu juga bi’sa karena tidak ada perbedaan antara keduanya.

Pendapat pengarang buku (Al-Anbari):

Pengarang buku ini lebih condong ke pendapat madzhab ulama Bashrah, beliau menyatakan bahwa apa-apa yang dijadikan dalil oleh para ulama kufah adalah tidak layak, dan beliau membawakan pernyataan yang menjadi alasannya yang dapat kita jadikan rujukan dalam mengetahui pendapat yang lain, hingga penjelasannya tidak terlalu panjang

NI'MA DAN BI'SA, Isim (Kata Benda) Atau Fiil (Kata Kerja)? Rating: 4.5 Diposkan Oleh: aena rizku

0 komentar:

Post a Comment