Bahasa Arab, Bahasa Inggris, Islam, Modifikasi, Provinsi di Indonesia, Ajaib dan Unik, Tips dan Cara, Jalan Tol, Printer, Pengetahuan Umum

Saturday, 31 October 2015

Cara Mendeteksi Kebohongan Seseorang

Cara mendeteksi kebohongan seseorang. Ada banyak hal yg bisa dianalisa dan dilihat utk mendeteksi dan mengetahui apakah seorang sedang berbohong ataukah tidak. Banyak pakar dalam bidang ini (deteksi kebohongan) mengungkapkan berbagai indikasi untuk mengetahui apakah seseorang sedang berdusta atau berbohong, namun setidaknya beberapa indikator ini mutlak utk dianalisa. 
Cara Mendeteksi Kebohongan Seseorang
Mendeteksi Kebohongan Dengan Melihat Ekspresi Wajah

Pakar menyebutkan bahwa cara ini merupakan cara yang paling valid dan jitu, pasalnya, riset membuktikan bhwa emosi yg dirasakan seseorang menjelma dlm ekspresi wajah. Ekspresi ini dapat diamati pula lewat photo. 

Ekspresi mikro pun tidak luput dari pengamatan. Menurut para pakar, ekspresi mikro ialah ekspresi yg cuma digerakkan oleh 1-2 otot wajah & tetlihat selama 1/25 detik. 

Ekspresi semacam ini dapat di lihat lewat rekaman yg diperlambat atau video. Seseorang misalnya mampu berbohong dgn memasang mimik muka yg bertentangan dengan isikan hatinya. Tetapi, ia tidak bakal dapat menyembunyikan apa yang dinamakan ekspresi mikro itu. Pasalnya ekspresi mikro ini tidak mampu dikendalikan & dikontrol sebab terhubung secara langsung ke bagian otak. 

Mendeteksi Kebohongan Melalui Bahasa Tubuh Atau Gestur

Tingkat validitas gestur atau bahasa tubuh ada dibawah validitas ekspresi wajah, yaitu nomer dua. Dikarenakan, gestur tak bersifat universal dan berlaku secara umum di seluruh dunia. Bahasa badan/tubuh seseorang tergantung olh asal suku bangsanya, aspek geografis, daerah/lokasi dirinya dibesarkan sampai profesi yang digelutinya. 

Sebagai contoh, misalnya gestur mengacungkan jari jempol ke arah bawah. Di negara kita Indonesia, gestur semacam ini biasanya dilakukan untuk mengungkapkan reaksi yang negatif dikarenakan bermaksud menjatuhkan atau merendahkan. Tapi, gestur yg sama di Amerika Serikat dapat dilakukan ketika mau menyetop mobil taksi. 

Ada sekian banyak contoh gestur yg dianggap sbg ciri-ciri orang sedang berbohong, contohnya mata yg tak menatap lawan berbicara, tangan yg menggaruk-garuk ataupun nada bicara yg panik. Para pakar dalam masalah ini mengemukakan ciri-ciri seperti itu blm pasti menandakan bahwa seorang sedang melakukan kebohongan. 

Sehingga kita mesti tahu keadaan netralnya itu seperti apa? Karena ada juga orang yg dlm situasi netral benar-benar terbiasa lakukan sesuatu yg dianggap sbg ciri-ciri orang yang berbohong. 

Apabila seorang melakukan sesuatu yang menyimpang dr kebiasaan netralnya, contohnya tiba-tiba ia tercekat & seperti menelan ludahnya padahal sebelumnya dalam keadaan netral ternyata bicaranya tidaklah tersendat, maka ada kemungkinan besar dirinya sedang cemas dan panik yang pada gilirannya bisa dipakai sebagai deteksi kebohongan.

Berikut ini beberapa gerak tubuh (gesture) yang bisa menjadi seseorang sedang berbohong dengan memperhatikan apa yang kami sebutkan tadi (keadaan netralnya):

  • Gerak badan/tubuh yg amat minim atau justru sama sekali tak bergerak atau ia bergerak namun dengan cara yang berlebih-lebihan dan seolah-olah tanpa sadar.

Orang yg sedang berbohong condong seolah-olah 'membeku', tak sering memandang dan berhadapan dgn lawan berbicaranya,& berupaya meminimalisir gerakan tubuhnya. Ada juga yg justru bergrak dengan cara berlebih-lebihan. Semua itu merupakan usaha utk menghindari munculnya indikasi dan tanda-tanda bhw dirinya sedang berdusta atau berbohong. Tetapi, elemen ini justru pula dapat jadi petunjuk bhw seseorang sedang berusaha berbohong.

  • Tidak adanya apa yang disebut dengan kontak mata. 

Orang sedang berusaha berbohong lebih sering menghindari semaksimal mungkin kontak mata. Memang secara naluriah, dirinya dapat menghindari tatapan mata orang yang diajaknya bicara. Kontak mata dlm berbicara atau berkata ialah bisa disebut pendukung & juga menyimpan info tambahan kala seseorang bicara. Dgn melakukan kontak mata, seorang yg sedang di bohongi bakal menangkap tanda atau signal info yg tak sinkron dgn apa yg diucapkan orang berada di depannya. Itulah kenapa setelah itu ada juga ilmu yang disebut ilmu membaca pikiran orang lain lewat kontak mata. 

  • Gesture bagian badan lain yg menunjukkan perasaan tertekan dan panik. 

Contohnya mengkukur-ukur hal yang tak perlu, memain-mainkan kuku-kuku jari, mengedip-ngedipkan mata dengan cara berlebih-lebihan, terlihat menelan ludahnya terus menerus atau berkali-kali, & aktivitas lain yg dilakukan secara berulang-ulang. Rasa takut, panik, tak nyaman, juga bayangan berkaitan apa yg bakal terjadi apabila ia didapati oleh orang bahwa ia berbohong dapat membuat seorang mengalami tekanan yg tinggi & berusaha melakukan hal-hal yg sebenarnya justru menunjukkan bahwa dirinya mengalami kegelisahan. 

  • Melihat ke arah kanan bagian atas. 

Melihat kearah ini di-asosiasikan sbg usaha utk memperkerjakan & mengolah otak bagian kanan utk menimbulkan semacam imajinasi, yakni usaha utk menciptakan hubungan dan pertalian cerita berdasarkan apa yg sudah diceritakan. Nah, sebaliknya, melihat ke bagian kiri di-asosiasikan sbg usaha memanggil memori utk menyebut kebenaran/hubungan narasi yg sesungguhnya. 

  • Mata yg terbuka lebar & memasang tampang tak berdosa.

Kebiasaan dan perilaku di masa kecil yg justru tetap kita bawa sekarang ini, yakni membuka mata selebar-lebarnya & membuat tampang seperti orang yang innocent (tanpa salah), seakan-akan hendak berbicara, "Siapa? ....Saya yg bersalah!" Elemen ini tidak jarang kita lakukan pada waktu kita kecil yaitu saat ibu memergoki ternyata di tangan kita ada sebungkus roti besar yg hilang dari lemari pendingin. 

  • Cara bicara yg tersendat-sendat 

Tak semua orang mempunyai bakat yg besar dalam membuat cerita juga berkata dgntidak tersendat pada waktu berbohong. Maka, amat sering ditemui pembicaraan yg dihentikan sejenak & dalam tempo yg tak wajar. Umumnya terjadi disaat sebuah bgian dari cerita bohong akan dilontarkan, yaitu saat dirinya sedang berupaya mengarang sebuah interaksi cerita. Di sinilah rata-rata narasi yg diungkapkan mulai tak konsisten & cendrung berubah-ubah. 
Menyentuh bagian hidung & menutup wajah/mulutnya. Ini juga adalah bawaan masa kecil, yg merupakan respon yang sifatnya reflektif saat satu orang mau menutup-nutupi kesalahan. 

  • Nada berkata/bicara yg tinggi. 

Orang yg berbohong condong menaikkan suara saat berbicara. Baik dikarenakan sbg usaha menegaskan dan meyakinkan orang terkait kebenaran berita yg diungkapkan, emosi yg meningkat, ataupun tekanan yg tinggi. Faktor ini bakal mudah sekali ketahuan bila kamu sudah mengenal kebiasaan bicara orang itu. 

Mendeteksi Kebohongan Melalui Nada Suara

Sama dgn gestur, menilai nada suara pula mesti dibarengi dgn mendalami latar belakang dan keadaan netral dari orang itu. Contohnya, nada geram orang dari suku Sunda atau Jawa tentu tak dapat disamakan dgn orang yg berasal dr daerah Sumatera dan begitu seterusnya. 

Mengurangi bahkan menghilangkan berita yg mesti diungkapkan. 

Berbohong selain dgn mengucapkan perihal yg tak sebenarnya, tapi pula dgn menghilangkan berita yg semestinya dikatakan terhadap lawan berbicara. Indikasi ini sebenarnya jauh lebih gampang ketahuan dikarenakan rata-rata pertalian informasi atau narasi cerita yg di sampaikan jadi tak utuh & memunculkan tidak sedikit pertanyaan dan keterputusan. Indikasi-indikasi yang sudah disebutkan sebelumnya diatas masihlah tetap dapat muncul. Sesudah mengemukakan info dgn gaya yg meyakinkan, dirinya dapat melakukan gesture-gesture tertentu sebagaimana yang disebutkan, contohnya menyentuh hidung atau menutup mulut dan seterusnya

Tanyailah secara terus terang orang yg kamu duga berbohong. 

Pasti saja trik ini pula bakal mengundang resiko besar. Jika, nyatanya lawan berbicara kamu tak berbohong, sehingga trick ini dapat membawa resiko jelek. Oleh sebab itu, pergunakan kiat ini juka kamu sudah memperoleh tidak sedikit pertanda-pertanda di atas & kamu percaya benar bahwa lawan berbicara kamu sudah berbohong. Di satu sisi, membiarkan & tak menanyai orang yg sedang berbohong pula juga bakal berdampak amat sangat tidak baik, terutama untuk si pelaku. Oleh sebab itu, trick ini pun adalah salah satu solusi supaya si pelaku kebohongan mengaku & masalah seterusnya akan di carikan solusi utk diselesaikan secara baik. 

Pakai Intuisi 

Yakin atau tak, manusia diciptakan mempunyai intuisi. Tidak Cuma itu, manusia diciptakan utk menyampaikan kebenaran. Oleh sebab itu manusia pada dasarnya sulit utk lakukan kebohongan & susah utk dibohongi. Intuisi sama sekali berlainan dgnnafsu, lantaran nafsu menyangkut dgn kemauan, maka bersifat subjektif. Sedangkan intuisi bersikap objektif & takberdasarkan dgn kemauan.

Tidak cuma indikator-indikator yang kami sebutkan di atas saja sebagai Cara Mendeteksi Kebohongan Seseorang, ada pula yang dinamakan dengan tes poligraf yg berfungsi utk mengenali ada tidaknya perubahan reaksi pada badan seseorang disaat ia dicurigai berbohong, semisal berkeringat, detak jantung yeng berdenyut lebih cepat, adanya perubahan warna pada kulit yaitu jadi lebih pucat & tekanan darah yang menjadi lebih tinggi.

Cara Mendeteksi Kebohongan Seseorang Rating: 4.5 Diposkan Oleh: TWENTYONE INFO